Tags

, , , , , , , , , , , ,

MEGATREND 2010, merupakan salah satu buku karangan
Patricia Aburdune
. Buku ini mencatat berbagai tren, sosial, ekonomi, dan spiritual yang mengubah kapitalisme ke dalam sebuah versi yang lebih menyeluruh.

Megatrends 2010 menggambarkan dimensi dalam dari perubahan. Anda akan menemukan bahwa sinergi dari berbagai perubahan tata nilai dan kebutuhan ekonomi mampu mengubah kapitalisme. Megatrends 2010 akan memberi Anda pengetahuan mengenai strategi melakukan bisnis ke depan dan menginspirasikan Anda untuk memikirkan kembali gaya kepemimpinan Anda.


  1. Kekuatan Spiritualitas – Dari Pribadi Sampai Organisasi

Di masa-masa penuh ketidakpastian, 78% orang berusaha mencari semangat tambahan. Meditasi dan yoga berjaya. Keberadaan Tuhan tumpah ruah ke dalam dunia bisnis. Para spiritual CEO dan juga eksekutif senior dari Redken dan Hewlett-Packard mengubah perusahaan mereka. Greg Martin (GM di HP), kebanyakan sukses yang dia raih tumbuh dari transformasi yang dia alami ketika anaknya tewas dalam kecelakaan mobil, dia berkata bahwa kepergiaan anaknya merupakan tragedi dan berkah besar dalam hidupnya. Menurutnya anaknya adalah seorang yang mudah bergaul dan tidak pernah menyakiti orang lain, hal ini menginspirasi Marten untuk berfokus dan berinvestasi dalam semua hubungan yang di miliki, termasuk bisnis.

Menghadapi Musuh

Pencarian terhadap Spiritualitas terus bertumbuh subur di tengah masyarakat. Bisnis mainstream sekarang sudah terkepung, bukan hanya oleh para aktivis dan para regulator, seperti yang bisa diduga, tetapi juga oleh para investor. Secara sederhana, perkembangan pribadi akan menjadi tidak terlalu pribadi, dia akan tertuang ke dalam dan mengubah keseluruhan yang ada.

    Kerinduan akan Spiritualitas Pribadi

Pencarian atas spiritualitas adalah megatrend terbesar di masa sekarang ini. Patokan yang menjadi dasar spiritualisme adalah (1) Makna/Tujan, (2) Kasih sayang, (3) Consciousness, (4) Pengbabdian, dan (5) Kesejahteraan Pribadi. Segala harta karun yang kita cintai dan nikmati di dunia realitas yang biasa-biasa ini, uang, pekerjaan hebat, rumah mewah, dll – tidak ada dalam daftar spiritual. Spiritualitas bermakna bahwa anda haus akan sesuatu yang lain. Haus akan kedamaian, keutuhan dan kepenuhan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

    Spiritualitas Melambung Tinggi

Jutaan orang telah mengundang spirit masuk ke dalam hidup mereka, melalui perkembangan pribadi, agama dan meditasi. Hasilnya adalah perggeseran nilai yang bisa diukur dan monumental. 90% warga AS percaya pada Tuhan, angka itu melompat ketika mereka ditanya, “atau Spirit universal”. Sementara, masyarakat Eropa Barat memiliki tingkat kepercayaan hanya 50% . Di tahun 1994, Gallup bertanya kepada masyarakat AS apakah mereka merasakan kebutuhan untuk mengalami perkembangan spiritual, hanya 20% yang mengiyakan dan pada tahun 1999 kembali ditanyakan dengan pertanyaan yang sama, hasilnya mengejutkan 78% mengiyakan (dalam waktu 5 tahun). Sebelum ada terorisme, ambruknya pasar dan skandal korporasi, masyarakat cenderung masyarakat justru berpaling pada spirit di masa penuh stres, masalah dan kepedihan. Namun sejak 9/11 2001, 57% berkata mereka lebih memikirkan kehidupan spiritual. Sangat mudah disimpulkan bahwa perang, resesi, berbagai pengurangan pegawai dan kerugian keuangan sejak tahun 2001 telah memperkuat barisan para pencari spiritual.

    Spirit Sedang Beraksi

Pencarian spiritual mengubah bentuk berbagai aktivitas, prioritas, pencarian kesenangan, dan pola pembelanjaan masyarakat.

    Spirit Dalam Cetakan

Spiritualitas juga telah menginspirasi sebuah megatrend dalam bidang percetakan. Dalam jangka waktu 5 tahun, buku-buku keagamaan dan spiritual melampaui penjualan buku-buka dalam kategori lain.

    Masa Depan Spiritualitas

Kemana Spiritualitas akan membawa kita? Dan apa masa depan dari ketertarikan kita kepada spiritual? Untuk menemukan jawabannya, kita harus menghilangkan kesalahpahaman tentang jalur spiritualitas. Kebanyakan dari kita memiliki kepercayaan – diperkuat oleh media – bahwa keinginan untuk kehidupan yang mendalam membawa kita menjauh dari dunia, membuat kita terobsesi, jika tidak bisa dikatakan egois. Terkadang kita menjauh untuk menyembuhkan diri; ketika diri kita dipenuhi oleh spirit, kita melepas semua emosi, menemukan kedamaian, menemukan suara di dalam diri yang baru – dan itu semua membuat energi yang lumayan besar. Tetapi tatapan spirit yang muncul belakangan, berbelok tak terduga dan kita terperosok ke dalam fase baru yang mengasyikkan: kembalinya kita ke dunia. Setelah disegarkan lagi, kita kembali ke tengah-tengah masyarakat dan pengabdian. Inilah yang sebenarnya diinginkan oleh jutaan orang, yaitu menjalani spiritualitas mereka hari demi hari.

    Dari Keheningan ke Pengabdian

Mukjizat yang diberikan oleh penyembuhan spiritualitas memperkuat dan memberikan energi kepada kita. Kita dipenuhi Spirit dan consciousness. Kita memasuki ambang batas. Kekuatan spirit yang bersemayam dalam orang-orang melimpah ke dalam berbagai organisasi, termasuk bisnis. Transformasi spiritual, dicetus ditingkat pribadi sekarang menular dari pribadi menuju institusi.

  1. Fajar Baru Conscious Capitalism

Kapitalisme di masa sekarang berdiri di ambang batas consciousness, yaitu kita semakin sadar mengenai berbagai ongkos kapitalisme yang tidak pernah dihitung. Dalam buku ini penulis menggambarkan consciousness dalam arti spiritual, yaitu keberadaan atau kewaspadaan – memahami bahwa mereka waspada, kemajuan untuk memantau tanpa ada ganjalan dan aura jiwa yang memberi kehidupan bagi manusia. Sekarang sebuah konvergensi sempurna dari berbagai kekuatan sosial, politik mendorong kita untukmeneliti berbagai konsekuensi dari sebuah doktrin keuangan yang begitu menekankan pada keuntungan jangka pendek sehingga kita gagal mempertimbangkan ongkos moral atau sosial yang ada. Hasilnya pencarian atas conscious capitaslism, yaitu integritas, transparansi yang tercerahkan dan juga standar sosial lingkungan yang lebih tinggi – semakin mendapatkan momentum.

Corporate Social Responsibility (CSR)

Ketika BSR (Bussiness for Social Responsibility) mendefinisikan CSR sebagai sebuah set dari berbagai kebijakan, praktik dan program komprehensif yang mendapatkan kesuksesan keuangan dengan cara yang menghargai nilai-nilai etika, menghormati orang lain, masyarakat dan lingkungan. Dengan kata lain, para perusahaan CSR sangat conscious mengenai berbagai tindakan mereka mempengaruhi konstituen mereka. Perusahaan-perusahaan besar berdiri di belakang CSR karena banyak perusahaan yang ingin melakukan hal-hal yang benar, tentunya juga ada alasan praktis, yaitu mendapatkan reputasi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab mendorong citra perusahaan, sementara cap tidak bertanggung jawab secara sosial akan menghancurkan citra perusahaan tersebut, implikasi dari pasar juga cukup besar. Sebagai contoh adalah Starbucks yang merupakan sebuah ikon budaya Amerika. Starbucks meninggalkan jejaknya di atas bumi melalui berbagai pengaruh besar dalam komoditasnya. Ketika para petani kopi mengangkat standar kualitas, lingkungan, sosial dan ekonomi, Starbucks memberikan mereka status preferred supplier dan membayar tinggi panenan mereka. Starbucks mendukung pertanian yang berkelanjutan dan biodiversifikasi dengan cara lebih menyukai kopi yang ditanam dengan pola shade grown (menghemat tanah pertanian tanpa menghancurkan hutan hujan tropis).

    Evolusi Korporasi Bebas

Kapitalisme mencerminkan kesadaran para pendukungnya dan para kaum kapitalis berada di tengah gelombang penyadaran raksasa. Berkat ledakan ekonomi pada 1990-an semua merasakan akibat tidak menyenangkan dari doktrinn bisnis yang hanya bertujuan mencari keuntungan – dengan cara apapun. Bagi sebagian dari kita, konsekuensi moral dari unconscious capitalism tidak bisa ditoleransi. Yang tidak disadari adalah standar moral yang lebih tinggi sebenarnya sangat menguntungkan.

    Uang dan Moral : Mesin Pendongkrak Kerja

Kebanyakan orang, tidak peduli seberapa spiritualitas mereka. Mereka beranggapan bahwa para kapitalis tradisional – mereka yang berinvestasi untuk menghasilkan uang tanpa pertimbangan moral – menghasilkan keuntungan yangng lebih besar. Dengan kata lain, jika mereka memasuki wilayah keadilan sosial, siap-siap mengalami kegagala keuangan. Berbagai perusahaan yang bertanggung jawab sosial berulang kali berhasil mencapai pengembalian keuangan yang besar yang sejajar dan sering mengalahkan pasar dan perusahaan lain sejenis. Mereka membuktikan bahwa moral dan uang bisa kompetibel.

    Ekonomi Spiritual?

Dari perspektif spiritual, CSR adalah cinta, keadilan dan kebenaran yang berfungsi. Ketika seorang aktivis korporasi menyoroti berbagai aturan dan meningkatkan transparansi atau mengungkap berbagai catatan buruk lingkungan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, dia sebenarnya sedang mengembangkan consciousness sama seperti ketika dia sedang membangun sebuah pusat meditasi. Penulis mengungkapkan tren Spirit in business dan CSR merupakan dua sisi dari mata uang yang sama, secara bersamaan arah baru ini akan mentransformasi kapitalisme di satu atau dua dekade mendatang.

    Biodivoersitas dari Perubahan Sosial

Alisa Gravits, wakil ketua Social Investment Forum dan Executive Director dari Co-op Amerika menjabarkan pilihan yang dia dan orang lain gunakan dalan berurusan dengan bisnis dan terus memberikan informasi dari isu terbaru, yaitu Engagement “Para aktivis dalam pakaian bisnis”, sebagaimana dikatakan oleh seorang aktivis, bertemu dengan orang-orang korporasi, mendiskusikan berbagai isu dan melobi mereka untuk mengadopsi berbagai kebijakan yang lebih progresif. Pilihan kedua yang dijabarkan Alisa adalah Drama, ketika para aktivis melakukan kampanya melawan Home Deport dan yang terakhir adalah Tindakan Konsumen, perjuangan atas perdagangan kopi yang adil merupakan contoh bagus bagi tindakan para grassroot.

    Kekuatan Perubahan : Aktivis Shareholder Baru

Sekarang ini, para pembesar korporasi sudah mampu mengejar buruan favorit mereka dari dalam. Sebagai contoh dari ekonomi demokrasi yang sedang berjalan. perangkat yang tak lelkang di masa sekarang ini seperti kampanye lewat suara dan boikot, para aktivis sekarang ini mulai menggunakan kekuatan resolusi para pemegang saham. Bahkan jika kita memiliki satu lembar saham , kita dapat menghadiri kumpul-kumpul tahunan para pemegang saham.

    Visioner ke Mainstream : Demografi Transformasi

Alasan mengapa kapitalisme sedang mengalami perubahan besar, yaitu (1)Spiritual pribadi, yang telah mencapai titik kritis, melimpah ke berbagai perusahaan, (2) Krisis yang ada di dalam kapitalisme mengimbau adanya sebuah ideologi baru. Kedua megatrend ini, Kekuatan Spirit dan The Rise of Conscius Capitalism, menyempit ke dalam pembentukan korporasi bebas. Tetapi, kedua megatrend tersebut tidak akan pernah berhasil tanpa faktor ketiga: (3) Demografi bisnis yang berubah dramatis.

    Inilah sebabnya masyarakat bisnis sekarang ini pindah gelombang radio. Conscious Capitalism berarti kita menjadi semakin sadar atas harga yang tidak akan bisa dibayar dari filosofi unconscious (belum lagi tidak logis) yang berprinsip mendapatkan keuntungan dengan cara apapun. Dimensi spiritual dari Conscious Capitalism mengatakan kepada kita berbagai atas isu sesederhana masalah bisnis dan sesulit hidup kelanjutan planet bumi berada di jagat Ilahiah dari Consciousness dan praktik spiritual adalah cara terefektif menjangkau frekuensi di mana berbagai kebijakan praktis bermukim.

    Apa Itu Conscious Capitalism?

Penulis menyimpulkan conscious capitalism adalah sebuah fenomena multidimensi, yang bisa dianggap sebagai kapitalisme ala stakeholder atau menyebutnya triple bottom line, tetapi ada lebih banyak dari itu dibanding apa yang sudah disebutkan disini. Conscious Capitalism adalah matriks dinamis dari tren sosial, ekonomi dan spiritual yang mentransformasikan korporasi bebas.

  1. Memimpin dari Tengah

Ketika pasar ambruk dan uang triliunan dollar menghilang setelah timbulnya berbagai skandal akunting dunia, para investor dan publik penasaran: Dimana para CEO yang dulu pernah ikut dalam permainan ini. Para eksekutif puncak membuat cetak biru arah perusahaan, tetapi para manajer dan pemimpin timlah yang memikirkan bagaimana menjalankan cetak biru tersebut. Kedua pihak membutuhkan inisiatif, kreativitas dan kepemimpinan, bukan sekedar memberikan perintah, tetapi juga pertukaran energi yang bergairah. Dalam bab ini penulis ingin menggambarkan tren yang saling melengkapi dalam kepemimpinan dan kemunculan para korporasi. Bersama-sama akan meletakkan dasar bagi pergeseran kekuatan yang besar.

Tantangan Baru bagi Kepemimpinan

Tantangan baru atas kepemimpinan terletak pada sebuah pertanyaan revolusioner : Bagaimana jika para pemimpin bisnis yang paling efektif dimasa sekarang bukan para CEO atau pengusaha handal, tetapi para manajer sederhana yang memiliki dedikasi yang tinggi dengan tenang melakukan hal yang seharusnya dilakukan, demi dir mereka sendiri, para kolega dan korporasi tempat mereka bekerja? Saat ini adalah saat yang tepat bagi para pemimpin untuk melangkah keluar dari bali bayangan dan merangkul misi yang tidak begitu rahasia untuk mengubah kapitalisme. Kesalahan kita disni adalah kita berpikir bahwa satu-satunya cara untuk melakukan tugas kepemimpinan adalah melaui jalur formal sebagaimana tersirat di dalam posisi penuh kekuasaan seperti CEO, senator atau Vice President Marketing.

    Imbauan Kepada Kepemimpinan Informal

Ron Heifetz, Pengajar di Harvard’s John F.Kennedy School of Gevernment menggambarkan keuntungan dari kepemimpinan informal. Tingkah laku bagi para creative deviance, contohnya Martin Luther King dan gerakan hak-hak sipil. Dengan cara membuat berbagai demonstrasi, menentang berbagai aturan yangn rasis dan menerima pemenjaraan. Ia mendramatisasi ketidakadilan yang ingin ia singkapi. Fokus pada isu tunggal, para pemimpin informal memiliki kemampuan untuk memfokuskan perhatian mereka kepada prioritas tertinggi. Dan yang terakhir adalah Kedekatan dengan garis depan, para pemimpin informal sangat mirip dengan penagalaman mendetail dari para stakeholder dalam sebuah dituasi.

Heifetz berpendapat bahwa kita tidak bisa mendiskusikan kepemimpinan tanpa menunjuk kepada tata nilai.

    Enam Alasan Mengapa CEO Bermasalah

  • Masalah integritas
  • Kemunduran dan kehancuran para CEO superstar
  • Kekhawatiran atas kinerja
  • Merger mania
  • Badai masa kepemimpinan
  • Kompensasi CEO

    Menuju Budaya Nilai

Mitos pertumbuhan pendapatan yang stabil dan bisa diukur adalah apa yang menggiring para CEO menyimpang dan membawa kita ke jurang kehancuran. Ledakan pertumbuhan tanpa akhir membuat para investor kecil melupakan nilai-nilai spiritual seperti kebenaran dan keseimbangan. Ketika pasar saham bangkit kembali, Wall Street kembali menekan para CEO untuk melakukan peningkatan keuntungan.

    Nilai versus Kepatuhan

Di Marketplace sekarang ini, tanda-tanda perubahan ke arah luar sudah tampak jelas – berbagai reformasi diarahkan pada upaya pembersihan besar-besaran terhadap sistem usang dan korup. Nilai bergantung pada dimensi spiritual. Jika berbagai pasar bebas ingin terus hidup, para investor biasa harus sekali lagi mempercayakan bisnis. Itu tidak akan terjadi sampai kita bisa percaya budaya dan filosofi bisinis sudah berubah dan hanya masyarakat yang dapat menciptakan pergeseran di dalam consciousness korporasi.

    Pergeseran Besar Kepemimpinan Korporasi

Di bali semua penemuan mengusik atas kompensasi yang diterima CEO dan merger mania, sebuah revolusi damai sedang berkembang dalam bisnis. Kita sekali lagi memeluk kebijaksanaan praktis yang mengingatkan kita bahwa kunci sukses di dalam bisnis adalah kemampuan melakukan tugas (dan bukan merger).

    Dalam buku ini penulis memberikan beberepa prinsip atau konsep dari Profil Komitmen : Kepemimpinan Akar Rumput, yaitu yang pertama adalah Perbesar Pembangkangan Positf, Memanfaatkan Kekuatan Berbagai Hubungan Yang Anda Miliki, Buat Permintaan yang Tidak Masuk Akal, Ubah Musuh Menjadi Sekutu, Ubah Konteks dari Apa yang Sedang Anda Kerjakan, Ingat, untuk Siapa Anda Bekerja dan yang terakhir adalah Jadilah Perubahan yang Anda Inginkan.

    Kepemimpinan Akar Rumput : Sebuah Undangan

Buku ini juga memuat berbagai megatrend yang menyiapkan tempat bagi munculnya metamorfosis tersebut, tetapi seperti manajer, kapitalisme tidak akan pernah mencapai kondisi consciousness. Telah ada beberapa dorongan sosial utama sejak 1950-an. Hak sipil, kedamaian, gerakan wanita dan lingkungan. Masing-masing berhak mengklaim suskes besar. Hal yang sama berlaku pada dorongan untuk mencapai conscious capitalism.

  1. Spiritualitas di Dalam Bisnis

Spiritualitas di dalam bisnis, setelah diam-diam berkembang selama beberapa dekade, sekarang adalah tren pasti yang akan segera berubah menjadi sebuah megatrend. Dalam bab ini dijelaskan bahwa spirit dalam bisinis bermunculan bak cendawan di musim hujan di seluruh wilayah, terbukti dari berbagai headline koran lokal. Pergerakan spiritual yang ada sekarang mungkin merupakan tren yang paling berpengaruh dalam manajemen sejak pergerakan potensi manusia pada 50-an.

Bisnis Perbaikan

Arti dari tren spirit di dalam bisnis adalah spirit tersebut tumbuh dari keinginan kita untuk menghargai semua pribadi di tempat kerja. Jika kita menendang spirit keluar dari dalam kemanusiaan, kita merobek jantung spirit tersebut. Ketika kita membahas gerakan spirit di dalam bisnis, kita mungkin sedang menjalankan bisnis perbaikan. Pangsa pasar kita adalah menggabungkan yang sakral dengan dunia bisnis dan kerja manusia.

    Patricia Aburdene menambahkan berbagai faktor yang sangat mempengaruhi spirit dalam bisnis, yaitu (1) Pencarian Arti, Mereka yang telah menikmati kenyamanan materi sering menyimpulkan bahwa materi tidak lagi cukup, sekarang mereka mencari arti yang sesungguhnya dari hidup, (2) PHK, setelah kehancuran moral akibat PHK, kita menganalisis kembali berbagai nilai pribadi kita – dan mempertanyakan nilai yang dianut oleh perusahaan tempat kita pernah bekerja, (3) Keletihan, mereka yang bisa bertahan hidup setelah PHK terbebani oleh tugas tambahan yang timbul dari pemecatan tersebut, belum lagi kekhawatiran yang ada dalam hati mereka kalau mereka mengalami hal itu lagi, (4) Skandal Keuangan, berbagai tindak kriminal memalukan ini hanya semakin memperkuat apa yang telah begitu lama dicurigai masyarakat, bahwa dalam bisnis, nilai sering dikalahkan oleh beberapa pertimbangan kekuangan sesaat, (5) Terorisme dan Kekerasan di Tempat Kerja dan yang terakhir (6) Kompetisi, pengurangan karyawan, pertumbuhan pesar dan semakin banyaknya kompetitor telah menyakiti banyak orang – dan dalam kesakitan, manusia sering berpaling pada hal-hal yang berbau metafisika dan Tuhan.

    Profil Komitmen : High Tech/High Touch

Penulis memberi contoh dimana sebuah perusahaan high tech dengan berbgai prinsip spiritualitas, nilai dan consciousness menyatu ke dalam semua hal kehidupan sehingga jejak langkah Spirit bergema melaui komunikasi, perubahan manajemen korporasi, pengembangan kepemimpinan dan kesejahteraan. Perusahaan itu adalah TELUS Mobility, perusahaan Kanada senilai 2,6 miliar dollar kanada, memiliki 6000 karyawan dan sebuah divisi nirkabel dari TELUS Corporation, perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Kanada. Karena pengabdiannya kepada teknologi dan spirit, TELUS Mobility merupakan perlambangan prinsip High Tech/High Touch yang berarti semakin tinggi teknologi dalam hidup kita, semakin besar kebutuhan kita atas sebuah penyeimbang yang diberikan oleh high touch. TELUS Mobility merangkul prinsip ini begitu dekat dengan dirinya sehingga dia memenangkan International Spirit at Work Award (ISWA). ISWA ini mencari berbagai perusahaan yang cita rasa Spirit mereka vertikal dan horisontal (menurut Cindy Wigglesworth, presiden Conscious Pursuits, sebuah firma konsultan). Menurutnya Vertikal Spirit adalah pengakuan terbuka sebuah organisasi atas hubungan dengan Kekuasaan yang Maha Besar, Tuhan atau Dimensi Sakral. Sebaliknya Horisontal Spirit adalah mengenai pelayanan dan memperlakukan kemanusiaan dan planet bumi dengan penuh cinta dan kasih sayang – semuanya adalah sifat Ketuhanan. Banyak perusahaan yang merupakan perlambangan Horisontal Spirit, tetapi itu bukan yang ISWA cari. Salah satu contohnya adalah Exxon.

    Spirit di Dalam Jiwa Kapitalisme

Ini adalah beberapa pendapat dari para pendiri San Francisco Chamber of Commerce brown bag lunch yang telah bertahan sejak 1998, yaitu Sarah Q. Hargrave dan Debra Mugnani Monroe, yaitu : (1)
Memberikan keselarasan, Brown bag menghargai keberagaman dan semua kepercayaan keberagamaan dan spiritualitas, (2) Tidak ada pembicara, beberapa figur pembicara bagus untuk beberapa kumpul-kumpul spiritual, tetapi bukan itu yang mereka maksud. Semua datang sebagai orang yang sederajat di sebuah ruangan terbuka tanpa struktur, (3) Tidak ada agenda, setiap pertemuan adalah sebuah petualangan baru, ketika setiap orang telah mendapatkan sebuah kesempatan untuk berbagi, sebuah topik akan muncuk dengan sendirinya. Ketiga hal ini adalah spirit di dalam jiwa kapitalisme.

Jika keserakahan, penipuan dan spekulasi menyeret kita kepada krisis kapitalisme yang kita butuhkan untuk membawa kita keluar dari badai tersebut adalah kepemimpinan spiritual yang berkarakter dan bisa dipercaya. Tren spiritualitas di dalam bisnis akan terus menumpuk berbagai sifat tersebut – dan menggembirakan kita secara bersamaan.

  1. Konsumen yang Tergerak oleh Nilai

Tren kemunculan para konsumen yang tergerak oleh nilai (conscious capitalism) ini sekarang berjumlah sekitar 63 juta orang. Mereka sangat berhati-hati memilih produk. Pembelian barang oleh para konsumen lebih dari dua per tiga dan meruakan produk domestik bruto ekonomi AS. Artinya para konsumen berkekuatan besar dalam transformasi kapitalisme, seperti halnya para investor. Bab ini akan mengulas tiga kategori produk di mana conscious consumers mengendalikan pasar : mobil hybird, sayuran organik dan rumah zero energy. Sektor demi sektor, conscious consumers mulai menekankan gaya hidup hemat energi, menghargai kehidupan dan ramah lingkungan ke dalam marketplace dari korporasi bebas. Para konsumen yang didorong nilai memiliki kekuatan untuk mentransformasi kapitalisme melalui formula klasik pnawaran dan permintaan. Conscious consumers sering memprediksi kemana pasar berjalan, walaupun Cuma sebagian besar. Para pembelanja tradional pun tertarik pada produk yang mengiklankan nilai dan perwujudan dari nilai. Para konsumen yang didorong oleh nilai tetap menjadi sebuah enigma bagi bisnis mainstream – dan nilai ini tidak mengagetkan sama sekali. Conscious consumers melambangkan hal terkini, tapi para pembelanja mainstream juga mulai terusik oleh hal-hal mral. Bahkan kebanyakan warga AS menimbangn berbagai konsekuensi moral dari apa yang mereka beli. Dalam bab ini penulis juga mengembangkan sebuah teori mengenai nilai yang mempengaruhi marketplace, yaitu : (1) Corporate citizenship sebagai faktor penting dalam memutuskan membeli suatu produk atau tidak (37%), (2)Ketika harga, kualitas dan kenyamanan sebanding mereka lebih memilih untuk membeli dari perusahaan yang mereka anggap memiliki tanggung jawab sosial (49%), (3) Mempertimbangkan corporate citizenship ketika membeli sesuatu (79%).

Hybird

Kategori pertama yang akan dijelaskan adalah hybird. Walaupn keberadaannya masih sedikit di pasar AS, hybird merupakan bintang Detroit Autoshow pada Januari 2005, karena hampir tidak mungkin mengabaikan pertumbuhan eksponensial. Pada 2003, warga AS membeli 43.435 hybird, naik 25,8% dari 2002 dan di akhir 2003 ada lebih dari 100.000 hybird di jalan. Memang hybird hanya merupakan setengah persen dari semua penjualan kendaraan bermotor. Namun kita tidak bisa menyalahkan perusahaan – toyota, honda dan ford – hanya menawarkan beberapa model hybird di pasar AS. Karena panjangnya daftar antrean, tidak pernah ada cukup kendaraan hybird bensin-listrik untuk memenuhi permintaan conscious consumers. Para dealer hybird masih memiliki tiga mitos yang harus mereka hilangkan jika ingin memaksimalkan penjualan, yaitu (1) steker (colokan) listrik, riset pasa yang dilakukan Toyota menunjukkan bahwa setengah dari para konsumen masih berpikir mobil hybird membutuhkan colokan listrik, (2) Tenaga, generasi pertama mobil hybird memang tidak bisa ngebut dan citra itu terus melekat walaupun kenyataan sebaliknnya. Pirus hybird mampu melaju secepat 130 mph, (3) Ukuran, cukup lega di dalam.

Para pakar memiliki pendapat mengenai kemana arah tren hybird. Pada 2010, akan ada lebih dari 50 model hybird yang bisa dipilih itu menurut Thad Malesh dari Automotive Technology Research Group. Sedangkan menurut Pratt dari J.D Powder, pada 2010 penjualan hybird akan mencapai puncak dengan terjualnya 535.000 kendaraan baru. Tetapi menurut penulis para pakar ini tidak mengerti conscious consumers karena mereka mengabaikan faktor nilai yang terpenting, yaitu pemilik hybird berkomitmen pada lingkungan.

    Sayuran Organik

Seperti yang sudah dikatakan para naturalis “anda adalah apa yang anda makan”. Conscious Cunsumers yang sangat mengancam nasihat tersebut di benak mereka, sangat tergil-gila pada bahan makanan organik, yaitu bahan makanan yang tumbuh tanpa pestisida beracun, bahan kimia berbahaya ataupun melalaui proses radiasi. Organic Consumers Association (OCA) beranggotakan 600.000 orang, kelompok aktivis bertujuan untuk mewakili para pecinta makanan organik yang berjumlah 10 juta orang di AS dengan agenda politiknya adalah : (1) Moratorium global tentang makanan dan panenan yang telah mengalami proses perubahan genetikan, (2) Menghilangkan berbagai praktik pertanian dan industri pertanian yang berbahaya dan (3) Konversi pertanian AS menjadi paling tidak 30% organik pada tahun 2010. Jadi, kita harus angkat topi untuk para visioner. Begitu pula dengan para pembeli organik, tanpa mereka mungkin kita tidak memiliki banyak pilihan yang didasarkan atas alasan kualitas rasa, kesehatan dan lingkugan. Conscious capitalist tidak segan membayar lebih untuk barang organik.

    Rumah “Zero Energy”

US Departement of Energy’s (DOE) Zero Energy Home memberikan penghargaan kepada rumah-rumah yang membangkitkan energi sebesar yang mereka konsumsi. Hal ini merupakan tolok ukur bagi para pembangun rumah. Di Watsonville, Vista Montana, California, semua rumah (sebanyak 257 rumah) telah mendapatkan sertifikasi Zero Energy Home dari DOE, komplek perumahan terluas yang mendapatkan sertifikasi. Masing-masing rumah memiliki panel surya, pemanas air tanpa tangki, cerobong asap dan jendela hemat energi, insulasi khusus, atap yang memantulkan chaya matahari dan lantai dari bambu. Rumah yang dikembangkan oleh Clarum Homes tersebut mampu menghemat ongkos tagihan energi sebesar 90 persen.

    Nilai Kita : Diri Kita

Berbagai idealisme dan apa yang kita percayai membentuk berbagai tindakan kita. Dari ketiga hal tersebut penulis ingin memberi tahu bahwa jika nilai adalah tonggak pencerahan kapitalisme, bagaimana perusahaan yang terlibat di dalamnya menyiarkan berbagai nilai mereka dan menarik para konsumen yang pemilih ke dalam toko mereka. Conscious consumers juga menuntut tanggung jawab moral dari perusahaan.

    Ekonomi Sisi Permintaan

Ketika conscious consumers mendorong lebih banyak perodusen memuaskan pemintaan mereka, penawaran juga meningkat dan harga akan turun. Sementara itu, para konsumen yang didorong oleh nilai mereka tetap merupakan pasar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dan kesempatan baik untuk bisnis, namun mengeksploitasi kesempatan tersebut membutuhkan visi.

  1. Gelombang Solusi Conscious

Kita telah memasuki era baru yang menarik yang akan menjadi saksi dari aplikasi luas berbagai teknik conscious dalam bisnis. Gelombang pertama dari perusahaan mulai merangkul teknik tersebut dan berbagai hasil positif yang mereka dapatkan mulai diteliti oleh berbagai riset. Banyak menajer dan eksekutif sukses mempratikkan berbagai teknik seperti meditasi pribadi. Consciousness manusia adalah bahan baku baru. Sumber tak ternilai ini jelas sama berharganya dengan modal keuangan, minyak atau teknologi. Seorang insinyur conscious – atau satu tim kecil – dapat menemukan aplikasi unik dan universal yang akan mencetuskan industri besar berikutnya. Begitu juga yang terjadi dalam ekonomi baru consciousness. Itulah alasannya mengapa berbagai alat dan teknik yang mempertinggi consciousness akan terus menemukan cara masuk dalam bisnis dan kemudian membawa pengetahuan yang didapat dari perjalanan spiritual tersebut ke dalam salah satu perusahaan terkenal di dunia.

Produktivitas Spirit

Dalam ekonomi baru consciousness – satu orang berbakat mungkin melahirkan industri besar megamiliar – tidak aneh kalau bisnis itu mengeksplorasi kekuatan kreatif meditasi. Logika di balik tren meditasi dalam korporasi sudah jelas. Meditasi mempertinggi kerja gelombang otak alfa, theta dan delta. Meditasi mempertinggi konsentrasi, meningkatkan intuisi, menghilangkan rasa lelah, memperbesar kreativitas dan memperkaya skill berorganisasi.

    Spirit dan Bisnis : Mata Rantai yang Hilang

Penulis mengungkapkan, ada suatu hubungan antara bisnis dan spirit yang selalu dia rasakan, tetapi tidak bisa ditentukan. Menurutnya, ketika dia bisa menemukan hal itu dan menunjukkan kepada mereka yang fanatik, kekuatan praktis spirit akan membawa mereka ke dalam sebuah pemahaman kebenaran yang tidak seorang pun, seberapa pun ambisiusnya dia, bisa manipulasi. Yang dibutuhkan para pemimpin bisnis sebenarnya sama dengan yang ditawarkan oleh Spirit, yaitu kemampuan mengendalikan diri sendiri (self-mastery). Dan kegagalan dalam melakukan self-mastery adalah merupakan kejatuhan kepemimpinan. Rute menuju self-mastery adalah disiplin spiritual pribadi – refleksi, menulis jurnal, meditasi – jenis aktivitas yang dirancang memaksa mereka yang selalu sibuk dan stres karena pekerjaan untuk duduk diam. Praktik spiritual akan mengangkat consciousness anda dan membawa semakin dekat kepada Sang Khalik. Keuntungan lain adalah berpikiran jernih sehingga membuat kesalahan besar.

    Waktunya adalah Sekarang

Bab ini menggambarkan berbagai pergeseran yang akan mendorong spirit di dalam bisnis dari hanya tren menjadi megatrend. Dan itu adalah masalah timing dan siklus bisnis. Sekali perusahaan memotong ongkos dan memperkecil besar gaji karyawan, perbaikan tidak akan datang. Yang mendorong naiknya nilai para shareholder adalah karyawan dan kinerja. Kapasitas untuk membuat sebuah budaya dimana para karyawan mengungguli sejawatnya sendiri. Caranya adalah dengan kepemimpinan yang mampu bersifat welas asih dan kreatif, namun tetap memperhatikan hasil yang didapat. Berbagai perusahaan ingin tahu bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung keinginan dan kreativitas. Mengembangan strategi tidak begitu sulit. Tantangan yang sesungguhnya adalah bagaimana membuat para karyawan selaras dengan strategi itu sehingga strategi tersebut bisa diimplementasikan dengan efektif. Pesan dari bab ini adalah spiritualitas tidak hanya akan memperkaya jiwa manusia tetapi, sekali praktik berjalan , Spirit akan mengendalikan kinerja dan nilai para shareholder.

  1. Ledakan Investasi yang Memiliki Tanggung Jawab Sosial

Ada kekuatan besar, mampu dan terus tumbuh, yang mendukung Conscious Capitalsm di Wall Street sekarang. Triwulan demi triwulan, kekuatan tersebut semakin didukung dan menangguk keuntungan besar. Yang terpenting, kekuatan itu mengungguli kelembagaan keuangan permainan mereka sendiri. Dalam bab ini penulis ingin menceritakan mengapa SRI (Socially Responsible Investing) menjadi tren utama yang ditakdirkan untuk menjadi megatrend. SRI adalah cara para kapitalis conscious mengikuti kata hati mereka, yaitu mendukung berbagai korporasi yang standar lingkungan dan sosialnya merefleksikan nilai-nilai yang mereka junjung. Sekarang ini, ketika kapitalisme berusaha menyembuhkan diri dari berbagai krisis terburuk sejak masa depresi, SRI semakin tumbuh dewasa. SRI bahkan mampu menyamai bahkan mengungguli mainstream hingga stock portfolio dari para kapitalis conscious lebih “hijau” dalam banyak hal. Penulis mencontohkan mulai tahun 1995-2003, SRI telah tumbuh 40 persen lebih besar dari seluruh pendanaan dan pandangan skeptis dan ketidakpercayaan biasa menggiring para investor ke dalam pelukan berbagai socially responsible funds.

Manfaat Sukses SRI

Manfaat paling jelas yang dimiliki SRI adalah cara SRI menyaring berbagai investasi yang berbahaya. Pada awalnya SRI sudah ada sejak zaman para Quakers di abad ke-17, yang menolak berinvestasi dalam industri persenjataan. Pada awalnya , SRI funds menolak industri tembakau, alkohol, perjudian dan persenjataan. Belakangan, berbagai screen baru menjejak berbgai isu sosial dan lingkungan. Sekarang ini berbagai screen SRI juga mengukur HAM, keberagamaan dan tata lasana perusahaan.

    Jiwa dari Finansial Akar Rumput

SRI, sering disebut sebagai kursi berkaki tiga. Dua kaki yang pertama adalah screening saham dan advokasi shareholder. Yang ketiga adalah investasi komunitas. Investasi komunitas adalah bentuk lokal yang potensial untuk memberdayakan uang dan melakukan apa yang nilai kita inginkan. Ketika bank atau credit unuion meminjamkan uang kepada berbgai priyek lokal yang bermanfaat itulah investasi komunitas. Ini inisiatif garis depan SRI untuk memerangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, mendanai proyek AIDS dan membiayai para pengusaha visioner.

    Portfolio untuk Abad ke-21

Hal Brill, Presiden Natural Investment Service dan salah satu penulis Investingwith your value adalah seorang veteran SRI, menggungkapkan rencana tiga langkahnya dalam SRI, yaitu : (1) Lebih banyak investasi komunitas, Gerakan SRI harus mengadvokasi lebih banyak kesempatan berinvestasi nonkorporasi. (2) Lebih banyak investasi hijau, ekonomi sekarang ini bersifat “carbon-intensive, resource-extracting” dan sistem energi yang didominasi oleh bahan bakar fosil merupakan hasil akhir dari berbagai pilihan investasi yang dibuat oleh generasi terdahulu dan yang terakhir adalah (3) Klaim kembali, raih dan gunakan kekuatan kita, kita tidak akan bisa mendapatkan dunia yang kita inginkan, jika terus membiarkan berbgai perusahaan besar menentukan hal penting. Jangan menyerah kepada mereka, ubah mereka dengan menggunakan berbagai tool seperti SRI. Ketiga strategi ini merupakan dasar dari portfolio untuk abad ke-21.

KESIMPULAN :

  • Kapitalisme telah mendominasi ekonomi dunia, karena tidak ada sistem lain yang mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang dalam dua ratus tahun sejak kemunculan revolusi industri
  • Kapitalisme berfungsi ketika dia menjadi contoh sempurna dari nilai keadilan
  • Berlimpahnya finansial tidak bisa dan tidak akan merambah sebuah kontainer ekonomi yang terlalu membatasi keagungan kita
Advertisements